Ketua HMI Korkom Pelalawan Mendesak Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Mengambil Langkah Tegas atas Penetapan Novri Ardiansyah sebagai Formatur BADKO Sumbagteng
Pelalawan, 6 Mei 2026 — Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Pelalawan, Meldianto, menyampaikan sikap keras, tegas, dan tanpa kompromi terhadap polemik penetapan Novri Ardiansyah sebagai formatur Badan Koordinasi (BADKO) HMI Sumatera Bagian Tengah yang dinilai cacat secara prosedural dan mencederai konstitusi organisasi.
Menurut Meldianto, penetapan tersebut secara terang-benderang bertentangan dengan hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-II BADKO HMI Sumatera Bagian Tengah dan Utara di Kepulauan Meranti, yang tidak pernah mencantumkan nama Novri Ardiansyah dalam daftar rekomendasi resmi formatur.
“Ini bukan lagi sekadar kekeliruan, tetapi bentuk nyata pembangkangan terhadap forum resmi organisasi. Keputusan ini mencoreng legitimasi Musda dan merendahkan marwah HMI pekanbaru di mata kader,” tegas Meldianto.
Lebih jauh, Meldianto secara terbuka mendesak Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru untuk tidak bersikap pasif dan segera mengambil langkah tegas serta terukur terhadap situasi yang telah memperkeruh kondisi organisasi.
“Kami mendesak Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru untuk segera bertindak. Jangan ada pembiaran. Jika ada kader yang terlibat dalam proses yang tidak sah dan mempermalukan organisasi, maka harus ada konsekuensi organisasi yang jelas dan tegas,” ujarnya.
Meldianto menekankan bahwa langkah evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan, termasuk membuka ruang penindakan organisasi hingga pada sanksi paling tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap konstitusi hmi.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan yang merusak organisasi. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, dan jika terbukti melanggar, maka pemecatan adalah langkah yang sah dan terhormat demi menjaga marwah HMI,” tegasnya lagi.
Selain itu, HMI Korkom Pelalawan juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap keputusan yang tidak sah akan berdampak serius terhadap kepercayaan kader serta stabilitas organisasi ke depan.
“Jika ini terus dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya legitimasi kepemimpinan, tetapi juga kepercayaan kader terhadap sistem organisasi. Ini berbahaya dan tidak boleh dianggap remeh,” tambahnya.
Sebagai penutup, HMI Korkom Pelalawan menyerukan kepada seluruh kader HMI pekanbaru untuk tetap solid, berani bersikap, dan konsisten menjaga konstitusi organisasi dari segala bentuk penyimpangan.***