Foto: Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin bersama peserta Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang diikuti perwakilan 25 masjid se-Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (10/6/2026).
Pangkalan Kerinci (MataAndalas) - Wakil Bupati Pelalawan, Husni Tamrin, menggelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Kecamatan Pangkalan Kerinci Tahun 2026 yang dibiayai sepenuhnya dari dana pribadi. Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya, Rabu (10/6/2026), dan diikuti perwakilan dari 25 masjid se-Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Setiap masjid mengutus empat peserta, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka dibekali pengetahuan dan praktik tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan hingga pemakaman.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan, pembukaan kegiatan ditandai dengan penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Ibunda dan mertua Wakil Bupati Pelalawan, Hj. Rokiyah dan Hj. Mulyani, kepada perwakilan peserta.
Penyerahan tersebut menjadi wujud dukungan dan penghargaan kepada para calon kader umat yang berkomitmen menimba ilmu penyelenggaraan jenazah demi kemaslahatan masyarakat.
Ketua panitia, M. Rais, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar setiap masjid memiliki kader yang mampu melaksanakan fardu kifayah dengan baik dan benar.
"Penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban bersama umat Islam. Kami berharap setiap masjid memiliki kader yang siap mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam sambutannya, Husni Tamrin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk memperkuat pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
"Ilmu ini sangat penting karena suatu saat pasti dibutuhkan. Semoga setiap masjid memiliki kader yang siap membantu umat," kata Husni Tamrin.
Ia juga menyampaikan bahwa program pembinaan keagamaan akan terus berlanjut melalui pelatihan imam, khatib, dan gharim masjid.
Pelatihan yang dilaksanakan dalam empat gelombang ini mendapat sambutan positif dari peserta. Selain memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menyiapkan generasi pelayan masyarakat yang berilmu, beradab, dan ikhlas mengabdi.
Sebagaimana petuah Melayu, "ilmu diwaris, amal berlanjut." Dari masjid untuk masyarakat, dari kepedulian untuk kemaslahatan umat.***