Langgam, (Mataandalas) — Di tanah yang dijaga adat, di tepian Sungai Kampar yang jernih mengalir membawa hikayat lama, sebuah pertemuan penuh marwah berlangsung di Rumah Singgah Langgam. Rombongan Hulubalang LAMR Kabupaten Pelalawan, yang dipimpin oleh Panglima Besar Datuk Tarmizi Maskar, tiba dengan iringan semangat dan doa. Kedatangan itu disambut meriah oleh Datuk Wan Ahmad Wazir Kerajaan Pelalawan, tuan rumah nan beradat, yang menyambut bak keluarga jauh yang pulang membawa kabar baik.
Suasana hangat, berselimutkan nilai-nilai Melayu, mengalir lembut seperti pantun yang dituturkan di anjung balai. Perjumpaan dua tokoh adat ini bukan sekadar pertemuan biasa, ia ibarat menyatukan kembali tali siraturrahmi yang makin dipererat oleh kebijaksanaan dan rasa hormat.
Datuk Wan Ahmad menyambut rombongan Hulubalang dengan penuh takzim dan keramahan. Tepuk tamu, senyum tuan rumah, dan tutur lembut yang teratur laksana syair lama menjadi permadani yang mengantar pertemuan itu.
“Kami menerima kedatangan Hulubalang dengan penuh hormat. Silaturahmi ini bukan hanya pertemuan, tetapi pengikat rasa, penguat marwah, dan pembawa berkah bagi negeri. Semoga hubungan yang terjalin kian erat dan memberi kebaikan untuk Pelalawan,” ujar Datuk Wan Ahmad Wazir, penuh makna, kamis (27/11).
Dalam suasana yang akrab, kedua tokoh adat itu berbincang panjang, menyinggung soal warisan budaya, persatuan masyarakat adat, serta masa depan Pelalawan yang terus digesa maju tanpa meninggalkan akar sejarahnya.
Panglima Besar Hulubalang, Datuk Tarmizi Maskar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan tersebut. Dengan suara berwibawa namun penuh kehangatan Melayu, beliau berkata.
“Pertemuan ini seperti pulang ke rumah sendiri. Kami datang membawa niat baik untuk memperkuat hubungan, memperteguh adat, dan menjaga warisan luhur nenek moyang. Hulubalang dan Wazir adalah dua tiang yang saling menguatkan demi marwah Pelalawan,” tutur Datuk Tarmizi.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi peristiwa adat semata, tetapi juga isyarat bahwa hubungan antar-pemangku adat di Pelalawan terus terjaga dan bersatu demi kemajuan negeri Bertuah. Semoga langkah kecil ini menjadi pembuka jalan bagi kerja-kerja besar yang akan mengukuhkan budaya Melayu sebagai jati diri Pelalawan.***