ASN Pelalawan Diminta Jaga Etika, Disiplin, dan Kesederhanaan dalam Pelayanan Publik

Kamis, 01 Januari 2026 | 02:50:25 WIB
Foto ilustrasi - ASN dituntut menjunjung etika, disiplin, dan kesederhanaan dalam pelayanan publik.

Pelalawan, (Mataandalas) - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan kembali menjadi sorotan terkait etika, disiplin, dan penampilan dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Berbagai pihak menekankan pentingnya ASN menjadi teladan bagi masyarakat melalui sikap profesional, santun, dan berpenampilan pantas.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pelalawan menyoroti sebagian ASN yang dinilai tidak mencerminkan nilai kesederhanaan dan kepantasan.

Fajar, Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sri Indrapura, menyampaikan bahwa pihaknya masih menemukan ASN yang bergaya hidup mewah, memamerkan harta kekayaan, serta berpakaian kurang pantas pada jam kerja.

“Hal-hal seperti ini tentu tidak elok dilihat dan dapat menimbulkan penilaian negatif di tengah masyarakat,” tegas Fajar, Rabu (31/12). 

Dari sisi lembaga pengelola ASN, Darlis, Kepala Bidang BKPSDM Kabupaten Pelalawan, menyampaikan bahwa pengaturan disiplin ASN mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 

“Ketentuan tersebut dapat diunduh melalui Google sebagai rujukan aturan disiplin ASN,” kata Darlis Rabu (31/12).

Sementara itu, May Hendri, S.Sos., Plt Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, menekankan bahwa etika ASN wajib dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di internal pemerintahan maupun saat melayani masyarakat.

“Penampilan rapi dan pantas mencerminkan kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapan ASN dalam menjalankan pelayanan publik,” kata May Hendri kepada wartawan Mata Andalas, Rabu (31/12). 

Tauhid Mariftullah, S.IP., M.IP., pemerhati kebijakan publik yang tengah menempuh Program Doktor (S3) di Universitas Riau, menekankan bahwa etika dan sikap ASN merupakan fondasi utama pelayanan publik yang berkualitas. 

“Di tengah masyarakat yang semakin kritis, etika pelayanan publik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan,” ucap Tauhid kepada wartawan Mata Andalas, Rabu (31/12).

Fauzan Kubra, warga Pangkalan Kerinci, menyampaikan secara langsung bahwa adab dan etika jauh lebih penting daripada sekadar kerapian dan penampilan. 

“Orang yang beradab dan beretika sudah pasti mampu melayani masyarakat dengan baik, sementara kemampuan intelektual semata tidak cukup jika tidak dibarengi sikap santun dan hormat,” ucap Fauzan kepada wartawan Mata Andalas, Rabu (31/12).

Selain itu, Bakri, S.Ag., Kepala MTs Negeri 1 Kerinci Pelalawan, menekankan secara langsung bahwa etika dan disiplin bagi ASN sangat diperlukan.

“Etika dan disiplin berperan penting untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus menunjang kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan,” katanya Rabu (31/12).***

Terkini