Tak Sekadar Menanam, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Rawat Harapan Petani di Tengah Teriknya Cuaca

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:22:33 WIB

Pidie, (Mataandalas) – Bagi Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie, ketahanan pangan bukan sekadar tentang menanam dan menunggu musim panen. Di balik setiap bibit yang ditanam, ada harapan masyarakat yang harus dijaga. Karena itu, ketika cuaca panas menyengat dan mulai mengancam tanaman jagung yang baru tumbuh, Satgas TMMD bergerak cepat memastikan tanaman tetap hidup dan berkembang.

Bertempat di lahan ketahanan pangan TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (29/07/2026), personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie memanfaatkan water tank TNI AD untuk melakukan penyiraman tanaman jagung yang baru ditanam.

Teriknya cuaca dalam beberapa hari terakhir membuat tanaman jagung yang masih berada pada fase awal pertumbuhan membutuhkan perhatian lebih. Kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan bahkan mengancam keberlangsungan tanaman. Kondisi inilah yang mendorong Satgas TMMD tidak tinggal diam.

Koordinator Lapangan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Lettu Inf Samsul Bahri, mengatakan penyiraman dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di lokasi TMMD.

"Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir cukup berpengaruh terhadap tanaman jagung yang baru tumbuh. Karena itu, kami melakukan penyiraman secara rutin agar tanaman mendapatkan asupan air yang cukup, sehingga pertumbuhannya tidak terganggu dan dapat berkembang dengan baik," ujar Lettu Inf Samsul Bahri.

Air yang digunakan untuk penyiraman diambil dari saluran irigasi di sekitar lokasi. Selanjutnya, air tersebut diangkut menggunakan water tank TNI AD menuju lahan ketahanan pangan sebelum disemprotkan ke tanaman jagung oleh personel Satgas TMMD.

Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran nyata bahwa tugas Satgas TMMD tidak berhenti ketika bibit selesai ditanam. TNI hadir sejak proses membuka dan mengolah lahan, menanam, hingga merawat tanaman agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.

Di bawah teriknya matahari, personel Satgas TMMD bahu-membahu memastikan setiap tanaman mendapatkan air yang cukup. Bagi mereka, menjaga tanaman tetap tumbuh berarti menjaga harapan masyarakat agar kelak dapat menikmati hasil dari lahan yang dikelola bersama.

Program ketahanan pangan yang digagas melalui TMMD ke-129 ini menjadi bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa. Pemanfaatan lahan produktif diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendorong semangat bercocok tanam dan kemandirian pangan.

Lebih dari sekadar kegiatan pertanian, lahan ketahanan pangan tersebut menjadi ruang tumbuhnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Di tempat itu, semangat gotong royong kembali dihidupkan, sementara lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal kini diarahkan menjadi sumber pangan yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui TMMD, TNI menunjukkan bahwa membangun desa bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, maupun fasilitas fisik lainnya. Membangun desa juga berarti merawat harapan, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan setiap upaya yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dari Desa Lhok Panah, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie terus menanam dan merawat harapan. Sebab, setiap tetes air yang disiramkan hari ini bukan sekadar untuk menghidupkan tanaman jagung, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan masa depan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Terkini