Puluhan Wartawan Ikut UKW di Riau Pelalawan kirim Tiga Perwakilan

Puluhan Wartawan Ikut UKW di Riau Pelalawan kirim Tiga Perwakilan
Tiga wartawan Pelalawan bersama penguji UKW LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta usai pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan di Pekanbaru.

RIAU, (Mataandalas) - Di bawah cahaya pagi yang teduh di Gedung DPRD Provinsi Riau, denyut profesionalisme pers kembali dipantikkan. Uji kompetensi Wartawan (UKW) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta Tahun 2025 resmi dibuka, Sabtu (19/12), sebagai ikhtiar meneguhkan marwah wartawan di tengah derasnya arus informasi digital.

Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas Gubenur Riau, Ir. H. S. F. Hariyanto, M. T., yang diwakili Kepala Seksi Kemitraan dan Komunikasi Publik di Dinas Komunikasi, informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau
Trisna Damayanti Z.A., S. KPM.

Dalam sambutannya, Trisna Damayanti menegaskan bahwa uji kompetensi bukan sekedar agenda seremonial, melainkan jalan sunyi untuk menjaga mutu, martabat, dan tanggung jawab profesi wartawan.

"Di tengah pesatnya industri Media digital, profesionlisme wartawan menjadi penentu kualitas berita dan informasi. Kompetensi, integritas, serta ketaatan pada kode etik jurnalistik adalah fondasi utama agar pers tetap dipercaya publik," ujarnya sabtu (19/12).

Ia menambahkan, wartawan memiliki
Peran strategi sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan wartawan yang kompeten dan berintegritas merupakan sebuah keniscayaan.

"Melalui uji kompetensi ini, wartawan di Provinsi Riau diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap berdiri tegak sebagai wartawan yang profesional," tambahanya.

UKW yang digelar oleh lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UPN "Veteran" Yogyakarta ini diikuti oleh wartawan dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Sejumlah peserta juga datang dari luar Pulau Sumatera. Dari Kabupaten Pelalawan, tercatat tiga orang wartawan turut ambil bagian, dengan satu di antaranya merupakan wartawan perempuan, menjadi penanda bahwa ruang pers semakin terbuka dan setara bagi semua.

Ketua panitia UKW UPN "Veteran" Yogyakarta Tahun 2025, Rahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran tim penguji yang dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi tinggi.

"Kami mengucapkan Terima kasih kepada dewan penguji, Bapak Drs. Arif Wibawa, M. Si., Ibu Dra. Esti Susilarti, M
Pd., Mahmud Marhaba, serta Mas Danang Nur Ihsan. Kehadiran mereka kami harapkan mampu melahirkan wartawan yang Benar-benar kompeten dan profesional," ungkap Rahman.

Ia menjelaskan, dari 92 wartawan yang mendaftar, hanya 52 orang yang lolos tahap verifikasi, 28 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti ujian, sementara lainya gugur akibat keterlambatan dan ketidaklengkapan persyaratan administrasi.

Menurut Rahman, proses seleksi yang ketat ini merupakan bentuk keseriusan LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta dalam menjaga standar kompetensi wartawan, sejalan dengan rekomendasi Dewan Pers.

Sementara itu, Dr. Agung Prabowo, M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional veteran Yogyakarta yang juga menjadi salah satu penguji, membagikan pengalamannya melaksanakan UKW di berbagai daerah di Indonesia.

"Ada daerah yang cukup menguji adrenalin, seperti di Tahuna dan Sulawesi Tengah, karena harus menyeberangi laut dengan ombak besar. Namun justru di sanalah terlihat semangat wartawan di Wilayah-wilayah pinggiran Indonesia," tuturnya.

Agung menyebutkan, LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta telah melaksanakan UKW sebanyak 52 kali, dari pusat kekuasaan media.

"Uji kompetensi ini bukan untuk mengontrol secara sempit, melainkan untuk menstandarisasi dan meningkatkan kualitas wartawan agar profesi ini tetap bermartabat," jelasnya.

Menutup sambutannya, Agung
menegaskan bahwa profesi wartawan adalah profesi yang mulia dan harus dijalankan dengan cara yang mulia pula.

"Kekuatan wartawan bukan untuk kepentingan yang kontraproduktif, melainkan untuk membela rakyat yang tertindas dan menyuarakan mereka yang tak terdengar," pungkasnya, Sabtu (19/12).

UKW ini menjadi penanda bahwa di Tanah Melayu Riau, pers terus dijaga dengan akal budi, etika dan keberpihakan pada kepentingan publik, agar kata-kata yang lahir bukan sekedar berita, melainkan cahaya bagi masyarakat.***

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index