Warga Bumi Lago Permai Geger, Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Warga Bumi Lago Permai Geger, Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat di kamar kos kawasan Perumahan Bumi Lago Permai, Pangkalan Kerinci, Selasa (23/12/2025).

PELALAWAN, (Mataandalas) - Warga Perumahan Bumi Lago Permai (BLP), Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah kamar kos, Selasa (23/12/2025) pagi.

Seorang warga setempat berinisial C (32) mengaku mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 07.30 WIB, saat dirinya selesai mengantar adiknya ke Simpang dan hendak bersiap berangkat kerja.

“Saya berangkat kerja sekitar jam delapan pagi. Pas melintas, kondisi di lokasi sudah ramai warga,” ujar C, Selasa (23/12).

Menurut C, lokasi penemuan mayat berada di belakang Loket Bintang Utara, kawasan Perumahan Bumi Lago Permai. Dari informasi yang beredar di lokasi, korban diduga telah meninggal dunia lebih dari dua hari, ditandai dengan bau busuk menyengat yang tercium dari dalam kamar kos sebelum pintu dibuka.

Belakangan, pihak kepolisian mengungkap identitas korban. Korban diketahui bernama Paulo Freitas (50), seorang pria lajang, pensiunan karyawan salah satu perusahaan swasta di Pangkalan Kerinci, asal Timor Leste.

Korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar Kos Artomoro, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan kos bernama Muzaroh, yang saat itu sedang membersihkan kos-kosan berlantai dua tersebut.

Kecurigaan muncul setelah salah satu penghuni kos menyampaikan bahwa korban tidak terlihat keluar kamar selama beberapa hari dan hanya terlihat terbaring di dalam kamar.

Karena curiga, Muzaroh mencoba mengintip melalui jendela kamar dan terkejut melihat korban terbaring kaku di atas tempat tidur dalam kondisi mencurigakan. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kos, yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian melalui Call Center 110.

Mendapat laporan tersebut, personel Polres Pelalawan bersama Polsek Pangkalan Kerinci segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

Di dalam kamar, petugas menemukan sebuah handphone di samping korban yang masih memutar musik dan terhubung dengan charger, diduga telah menyala selama beberapa hari. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, sambil memegang patung rosario, dengan mata terbuka. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di dalam kamar.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci, untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan rekan korban, Aris Suseno, selama ini korban dikenal aktif berkomunikasi dan tinggal seorang diri, serta tidak memiliki keluarga baik di kampung halaman maupun di Pangkalan Kerinci.

Kapolres Pelalawan John Louis Letedara melalui Kasi Humas IPTU Thomas Bernandes Siahaan membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Korban masih lajang dan tinggal sendiri di kos-kosan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit diabetes. Saat ini jenazah masih dititipkan di kamar mayat RSUD Selasih,” ujar IPTU Thomas.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index