Pengalihan Dana MBG untuk Korban Banjir Sumatera, Warga Pelalawan Beri Respons Beragam

Pengalihan Dana MBG untuk Korban Banjir Sumatera, Warga Pelalawan Beri Respons Beragam
Foto atas: SMP 1 Pangkalan Kerinci. Foto bawah: SD 06 Jalan Akasia, Pangkalan Kerinci. Foto: Mataandalas.com, 23 Desember 2025.

PELALAWAN, (Mataandalas) - Usulan pengalihan sementara dana program MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk korban banjir di Sumatera mendapat beragam respons dari warga dan pihak terkait di Kabupaten Pelalawan.

Hasil wawancara Mataandalas dengan beberapa narasumber pada Selasa, 23 Desember 2025 menunjukkan, sementara ini program MBG di sejumlah sekolah berhenti karena libur sekolah.

Sekolah Libur, MBG Sementara Terhenti

Kepala SMP 1 Pangkalan Kerinci, Junaidi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah telah mengeluarkan surat keterangan terkait libur. Namun, pelaksanaan MBG setelah libur sekolah masih belum pasti, termasuk kemungkinan diganti dengan makanan kering.

“Kami sudah mengeluarkan surat keterangan bahwa sekolah sedang diliburkan. Namun untuk pelaksanaan setelah libur sekolah, kami belum tahu, apakah nanti akan diganti dengan makanan kering (roti, dll) itu kami belum tahu,” kata Junaidi, Selasa (23/12).

Sementara itu, Kepala SD 06, Tri Romawi, M.Pd., menambahkan, paket MBG selama libur kemungkinan akan dirapel ketika siswa kembali masuk sekolah.

“Menurut informasi yang disampaikan pihak dapur melalui wakil saya yang menangani MBG di sekolah, katanya mau dirapel pemberiannya besok ketika sudah masuk. Kita lihat besok apakah terealisasi atau tidak,” jelas Tri Romawi, Selasa (23/12).

Perspektif Desa dan Warga

Kepala Desa Pulau Muda, Andika, mengaku wilayahnya belum pernah menerima program MBG dan menilai pengalihan dana bukan kewenangan desa.

“Kono kami belum pernah menikmati MBG tersebut. Seperti apo dan macam mano bentuk gizi nyo kami tidak tau sama sekali. Nah terkait masalah dialihkan dana, itu bukan kewenangan kami Desa jugo. Kalau diberi ya alhamdulillah, kalau tidak ya mungkin berarti masih ada sekolah lain atau keperluan lain yang sangat membutuhkan. Lebih kurang begitu la bos. hehehe,” ujar Andika, Selasa (23/12).

Bunga, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, menyatakan setuju jika dana MBG dialihkan sementara untuk korban banjir. Ia menilai pengalihan sementara tidak akan membuat anak-anak kekurangan gizi.

“Aku pribadi sangat setuju, tidak akan juga anak-anak sampai kekurangan gizi jika sementara dana MBG dialihkan untuk korban banjir di Sumatera. Ya itung-itung dengan pengalihan sementara bisa sedikit meringankan apa yang mereka rasakan saat ini,” ujar Bunga, Selasa, (23/12).

Hal serupa diungkapkan Hetrozi, seorang karyawan, yang menekankan bahwa prioritas penanganan korban bencana lebih penting, meski MBG dihentikan sementara.

“Saya mendukung pengalihan sementara dana MBG untuk korban bencana. Program MBG sebenarnya tetap tersedia, tetapi melihat kondisi saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana, alangkah baiknya jika dana tersebut dialihkan sementara untuk membantu mereka,” ujar Hetrozi, Selasa (23/12).

Fauzan, warga lain, juga mendukung langkah pengalihan dana MBG untuk korban banjir, menilai itu pilihan lebih baik dalam kondisi darurat.

“Lebih baik,” singkat Fauzan, Selasa (23/12).

Kepala Dinas dan Mekanisme Administrasi MBG

Upaya konfirmasi Mataandalas kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd., MM, maupun dokter Biran Affandi Yusriono terkait mekanisme distribusi MBG saat libur dan kemungkinan penggunaan kreatif paket MBG, hingga berita ini diterbitkan, belum mendapat respons.

Secara keseluruhan, warga menunjukkan sikap fleksibel dan mendukung pengalihan dana MBG untuk penanganan bencana, sambil tetap mengantisipasi kelanjutan program MBG di sekolah setelah libur.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index