PELALAWAN, (Mataandalas) - Di bawah Langit Pangkalan Kerinci yang mendung sejak pagi, aroma kepedulian tumbuh dari hati anak nagari. Persatuan keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kabupaten Pelalawan turun ke gelanggang, menggelar aksi penggalangan dana untuk dunsanak di Sumatera Barat yang kini sedang dirundung musibah. Sejak Ahad (30/11/2025), pasar baru Pangkalan Kerinci menjadi saksi bagaimana rasa satu rumpun kembali diperteguh, ibarat tali bapilin tigo yang tak putus ditarik zaman.
Ketua PKDP Kabupaten Pelalawan, H Muhammad Akmal, menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekedar kegiatan sosial, tetapi panggilan batin
Dari rantau untuk kampung halaman.
"Musibah yang melanda ranah Minang kini seperti luka di tubuh sendiri.
Berdasarkan data BPBD Sumatera Barat, ada 13 wilayah yang jadi korban.
Banyak rumah rusak, dan jiwa pun melayang. Duka itu ibarat kabut yang menyelimuti seluruh ranah," Ujar Akmal
Dengan suara yang menahan haru.
PKDP Pelalawan membuka pintu seluas - luasnya bagi masyarakat yang ingin menitipkan bantuan, baik dalam bentuk uang maupun barang. Yang donasi nantinya akan dibelanjakan untuk kebutuhan mendesak di lokasi bencana, sementara bantuan barang meliputi sembako, pakaian layak pakai, mi instan, perlengkapan bayi, dan berbagai kebutuhan pokok lain. Posko bantuan didirikan di pasar baru Pangkalan Kerinci, menjadi tempat hilir - mudik niat baik dari para dermawan.
"Hari ini pengurus dan warga PKDP sudah mulai turun ke jalan. Alhamdulilah, masyarakat Pangkalan Kerinci dan para pengunjung pasar menyambut dengan tangan terbuka. Banyak yang menyisipkan rezekinya, mesti setangkai, tapi berarti bagai emas sepohon," ungkap Akmal.
Senyum para relawan tampak merekah setiap kali amplop kecil diselipkan ke kotak donasi, atau sekantong beras diantarkan oleh ibu - ibu pasar. Semuanya seperti mengulang petatah petitih orang Piaman." Saciok bak Ayam, Sadanciang bak basi, Basamo Mangko Manjadi,". Bersama barulah terasa kekuatan itu.
Tak lupa, ketua PKDP Pelalawan H Akmal menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut serta.
"Terima kasih kepada masyarakat Pangkalan Kerinci dan para pengunjung Pasar Baru. Semoga Allah SWT membalas setiap tetes kebaikan.
Kami mohon maaf jika kegiatan ini agak mengganggu perjalan, katanya dengan penuh hormat," Ahad (30/11).
Aksi kemanusiaan yang direncanakan berlangsung selama sepuluh hari ini diharapkan menjadi pelipur lara bagi dunsanak di Sumatra Barat. Di tengah tanah Melayu yang ramah dan Minang yang merantau, solidaritas kembali menyala. Seakan mengingtkan bahwa jika satu tersentuh, semua ikut merasa. Dan dari Pangkalan Kerinci, doa mengalir deras, semoga ranah itu lekas pulih, semoga duka itu segera berbilang.****