Yayasan Pelopor Turun ke Lubuk Gaung, Dukung Penolakan SBE PT SDS

Rabu, 08 Juli 2026 | 20:29:36 WIB
Keterangan foto: Ketua Yayasan Pelopor, Masriadi MD, meninjau lokasi pembangunan SBE Plant PT SDS di Kelurahan Lubuk Gaung, Kota Dumai, Rabu (8/7/2026), di tengah penolakan warga.

DUMAI (MataAndalas) - Yayasan Pelopor yang tergabung dalam Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) turun langsung ke Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Selasa malam hingga Rabu (8/7/2026), untuk meninjau lokasi pembangunan SBE Plant milik PT SDS yang tengah menuai penolakan dari warga.

Ketua Yayasan Pelopor, Masriadi MD, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima berbagai informasi yang berkembang di media mengenai polemik pembangunan pabrik tersebut.
Sejak usai Salat Subuh, Masriadi bersama tim melakukan peninjauan lapangan setelah sebelumnya berdialog dengan sejumlah warga yang mengaku terdampak langsung oleh proyek tersebut.

"Hari ini saya melihat langsung pembangunan tembok, drainase, dan tapak bangunan utama di dalam area pagar masih terus berjalan, meski penolakan dari warga masih berlangsung," ujar Masriadi kepada wartawan, Rabu (8/7).

Dari pantauan di lokasi, tepatnya di Jalan Cut Nyak Dien/Jalan Lubuk Gaung Raya, terlihat sejumlah spanduk penolakan terhadap pembangunan SBE Plant PT SDS. Dalam spanduk tersebut juga disebutkan bahwa berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Dumai pada 19 Mei 2026, pagar yang dibangun di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien disebut belum memiliki izin.

Salah seorang warga terdampak, Aidil, menyebut pagar setinggi sekitar tiga meter itu dibangun di atas saluran parit. Setelah adanya aksi protes warga RT 007, perusahaan kemudian mulai membangun drainase.

"Namun kondisi ini tetap mempersempit ruang bagi pejalan kaki dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas," kata Masriadi.

Kehadiran Yayasan Pelopor mendapat sambutan positif dari warga. Astur mengaku semakin bersemangat karena mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan elemen masyarakat.

"Alhamdulillah, kami senang karena banyak tokoh dan kawan-kawan dari Pekanbaru yang datang mendukung perjuangan kami," ujarnya.

Hal senada disampaikan Angga. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi penyemangat bagi warga untuk terus memperjuangkan aspirasi mereka.

"Semakin semangat kami, Pak. Sebelumnya juga sudah datang Pak Fauzi Kadir, Pak Tarmizi Yusa, dan Brigjen TNI (Purn) Edi Natar. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendiri," ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak manajemen PT SDS terkait berbagai aspirasi dan keberatan yang disampaikan warga terhadap pembangunan SBE Plant tersebut.***

Terkini