PELALAWAN, (Mataandalas) — Di Pangkalan Kerinci yang sejak pagi diselimuti awan kelabu, semangat anak nagari justru berkobar terang. Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Pelalawan menurunkan para relawannya ke jalan, menggalang bantuan untuk dunsanak di Sumatera Barat yang tengah ditimpa malang. Sejak Jum’at (28/11/2025), di kawasan Pasar Baru dan sepanjang Lintas Timur, gema seruan kemanusiaan itu tak putus, bagai alun rabab yang memanggil ingatan pulang ke kampung halaman.
Walaupun Ketua IKTD Pelalawan, H. Ramlan, kini sedang berada di tanah suci, pesan hangatnya sampai kepada seluruh anggota. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk bakti anak rantau yang tak pernah lepas dari akar tanah nan menjadikan mereka manusia.
“Setiap kabar musibah dari ranah Minang itu menusuk hati. Rumah-rumah rusak, keluarga terpisah, ada nyawa yang pergi. Kalau kampuang menangis, awak di rantau ikut basangai,” titipnya dengan suara yang terbata-bata.
Posko IKTD Menjadi Tempat Tumpahnya Rasa Saling Memberi
Posko bantuan yang berdiri di Pasar Baru terlihat hidup sejak pagi. Anak muda IKTD dan ninik-mamak yang turut hadir bergantian menampung sumbangan masyarakat uang receh, amplop berisi doa, beras satu plastik, hingga pakaian layak pakai.
Tiada satu pun yang dianggap kecil.
Semuanya dihitung sebagai niat mulia.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa sebagian baru pulang bekerja, mereka tetap sempat menurunkan bantuan. Nilai boleh saketek, tapi maknonyo bukan kecil,” ujar Kamrizal seorang pengurus dengan mata berkaca.
Ibuk-ibuk yang datang membawa perlengkapan dapur, para pemuda yang menyerahkan hasil patungan, hingga pengendara yang berhenti sebentar hanya untuk meletakkan uang seribuan semua menjadi pelengkap indahnya kebersamaan itu.
Pitatah Minang kembali terbukti: “Bajalan barami, bakampuang basamo. Ka lurah samo manyipak, ka ateh samo mandaki.”
Apresiasi dari Ketua IKTD untuk Masyarakat Kerinci
Melalui pesan yang dikirimkan dari tanah suci, H. Ramlan menyampaikan penghargaan yang dalam.
“Terima kasih kepada masyarakat Pangkalan Kerinci, para pedagang, dan para perantau lain yang sudah ikut menyumbang. Mudah-mudahan setiap uluran tangan menjadi ladang pahala. Mohon maaf bila kegiatan kami sedikit mengganggu arus jalan,” sampainya.
Harapan dari Rantau: Semoga Ranah Itu Kembali Tersenyum
Aksi kemanusiaan ini akan berlangsung selama sepuluh hari. IKTD berharap dana dan bantuan yang terkumpul dapat menjadi penenang luka bagi saudara mereka di Sumatera Barat. Di tanah Melayu, dan di tengah perantau Minang yang selalu hidup dengan pepatah dan adatnya, rasa satu suku kembali diperkuat.
Karena bagi orang Minang,
bencana bukan hanya milik yang terkena tetapi luka bersama.
Dan dari Pangkalan Kerinci, doa mengalir lirih. Semoga nagari itu cepat pulih. Semoga air mata diganti senyum. Dan semoga langkah kecil anak rantau menjadi cahaya bagi kampung halaman yang tengah mengeruh.***