PELALAWAN, (Mataandalas) - Warga di kawasan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mengeluhkan maraknya aksi pencurian pisang yang terjadi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir. Pencurian tersebut diduga dilakukan oleh kelompok spesialis maling pisang yang menyasar tanaman milik warga yang sudah mulai berbuah.
Soni (48), warga jalan Pepaya Gang Chempedak, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, mengaku kesal dan miris dengan kondisi keamanan lingkungan yang dinilainya semakin tidan kondusif.
Menurutnya, hampir setiap pohon pisang yang buahnya suda tampak besar selalu raib.
"Kadang batanya ditebang, kadang hanya buahnya saja yang diambil. Hampir tidak pernah tersisa," ujar Soni kepada wartawan Mataandalas, Sabtu (20/12).
Ia mengungkapkan, aksi pencurian tersebut telah berulang cukup lama dan terus berulang. Dalam dua minggu terakhir saja, sedikitnya tiga batang pisang miliknya dicuri dari halaman belakang rumah. Aksi pertama terjadi sekitar dua minggu lalu, di mana dua batang pisang sekaligus hilang dalam satu malam.
Merasa dirugikan, soni langsung melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat serta Bhabinkamtibmas Polsek Kerinci Kota. Namun demikian, aksi pencurian kembali terjadi pada Sabtu dini hari, 20 Desember 2025.
"Subuh-subuh dicuri lagi. Kejadianya cepat sekali," tambahnya.
Soni juga menyebutkan bahwa sejumlah warga sempat melihat pelaku dengan ciri-ciri dua orang, salah satunya bertubuh kurus dan tinggi, sementara satu orang lainnya bertubuh lebih pendek dengan rambut agak ikal.
Bahkan, pada salah satu kejadian sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku terlihat membawa pisang hasil curian dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat.
Lokasi kejadian berada di kawasan pemukiman padat penduduk di jalan Pepaya Gang Cempedak, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota. Soni menduga para pelaku beraksi secara berkelompok dan memanfaatkan minimnya pengawasan lingkungan.
"Dulu pernah juga tertangkap, tapi pelakunya ibu-ibu. Kalau yang sekarang ini kebanyakan remaja," jelasnya.
Atas kejadian tersebut, soni berharap adanya peningkatan patroli keamanan serta perhatian serius dari aparat kepolisian dan pemerintah Kelurahan demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Tanggapan Kepolisian
Saat dikonfirmasi, kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Bernandes, menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus berupaya merespon setiap laporan masyarakat yang masuk.
Ia menegaskan, apabilah masyarakat menemukan kejadian menonjol atau tindak pidana yang sedang berlangsung, agar segera melaporkan melalui layanan darurat 110.
"Kalau ada kejadian yang menonjol, silakan langsung menghubungi 110 supaya bisa segera direspon," ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Mataandalas, Ahad (21/12).
Sebelumnya, Polres Pelalawan juga melaksanakan patroli pada minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 01.30 WIB, di seputaran Perkantoran Bakti Praja dan Masjid Agung Ulul Azmi, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan 110, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Konfirmasi ke Pemerintah Setempat
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Ketua RT 03 RW 05 belum mendapatkan respon, Redaksi telah mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon sebanyak dua kali, namun belum mendapatkan tanggapan.
Adapun Lurah Pangkalan Kerinci Kota, Fitrah Ramadhan, S. STP, saat dikonfirmasi, pada pukul 11.52 WIB menghubungi Redaksi melalui sambungan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, yang bersangkutan menyampaikan permohonan waktu dengan alasan sedang dalam perjalanan bersama keluarga, serta menyatakan akan memberikan tanggapan atas konfirmasi Media pada sore hari.***